Kamis, 29 November 2012

Arsitektur Rumah Adat Honai


Papua tidak hanya pesona alamnya saja yang menakjubkan, tetapi rumah adatnya pun terkenal, yaitu rumah adat Honai. Bahkan kini rumah adat honai tidak hanya dijadikan sebagai rumah tinggal masyarakat papua saja, tetapi juga dijadikan sebagai objek wisata.

Rumah adat Papua atau yang dahulu bernama Irian Jaya ini cukup unik. Atapnya berbentuk seperti setengah tempurung kelapa serta bahan yang digunakan pun diperoleh dari alam sekitar, yaitu kayu dan jerami.
Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).
Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak. Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat. Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari bambu. Para pria tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu.
Rumah Honai mempunyai fungsi antara lain:
1.    Sebagai tempat tinggal;
2.    Tempat menyimpan alat-alat perang;
3.    Tempat mendidik dan menasehati anak-anak lelaki agar bisa menjadi orang berguna di masa depan;
4.    Tempat untuk merencanakan atau mengatur strategi perang agar dapat berhasil dalam   pertempuran;
5.    Tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat orang Dani yang sudah ditekuni sejak dulu.

Bangunan Honai berbentuk melingkar atau bulat mempunyai filosofi yang berarti:
1.    Dengan kesatuan dan persatuan yang paling tinggi kita mempertahankan budaya yang telah diperthankan
       oleh nene moyang kita dari dulu hingga saat ini.
2.    Dengan tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan pekerjaan.
3.    Honai merupakan symbol dari kepribadian dan merupakan martabat orang Dani yang harus dijaga oleh
       keturunan Dani di masa yang akan datang.

Arsitektur Honai:



1. Bentuk

 Bentuk Honai yang bulat tersebut dirancang untuk menghindari cuaca dingin ataupun tiupan angin yang
 kencang karena suhu rata-rata di daerah sana 190°C.

 2. Atap

Honai memiliki bentuk atap  bulat kerucut. Bentuk atap ini berfungsi untuk melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak mengenai dinding ketika hujan turun.
Atap honai terbuat dari susunan lingkaran-lingkaran besar yang terbuat dari  kayu buah sedang yang dibakar di tanah dan diikat menjadi satu di bagian atas sehingga membentuk dome. Empat pohon muda juga diikat di tingkat paling atas dan vertikal membentuk persegi kecil untuk perapian.
Penutup atap terbuat dari jerami yang diikat di luar dome. Lapisan jerami yang tebal membentuk atap dome, bertujuan menghangatan ruangan di malam hari.
Jerami cocok digunakan untuk daerah yang beriklim dingin. Karena jerami ringan dan lentur memudahkan suku Dani membuat atap serta jerami mampu menyerap goncangan gempa.

3. Perlengkapan dan Bahan Pembuatan Honai

Kebiasaaan dari suku atau orang dani dalam membangun honai yaitu mereka mencari kayu yang memang kuat dan dapat bertahan dalam waktu yang lama atau bertahun-tahun. 
Bahan yang digunakan sebagai berikut:
1.    Kayu besi (oopir) digunakan sebagai tiang tengah
2.    Kayu buah besar
3.    Kayu batu yang paling besar
4.    Kayu buah sedang
5.    Jagat (mbore/pinde)
6.    Tali
7.    Alang-alang
8.    Papan yang dikupas
9.    Papan las,dll

 4.  Dinding dan Bukaan

Honai mempunyai pintu kecil dan jendela-jendela yang kecil, jendela-jendela ini berfungsi memancarkan sinar ke dalam ruangan tertutup itu, ada pula Honai yang tidak memiliki jendela, pada umumnya untuk Honai perempuan.
Jika anda masuk ke dalam honai ini maka di dalam cukup hangat dan gelap karena tidak terdapat jendela dan hanya ada satu pintu. Pintunya begitu pendek sehingga harus menunduk jika akan masuk ke rumah Honai. Dimalam hari menggunakan penerangan kayu bakar di dalam Honai dengan menggali tanah didalamnya sebagai tungku selain menerangi bara api juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Jika tidur mereka tidak menggunakan dipan atau kasur, mereka beralas rerumputan kering yang dibawa dari kebun atau ladang. Umumnya mereka mengganti jika sudah terlalu lama karena banyak terdapat kutu babi.

5. Ketinggian Bangunan

Rumah Honai mempunyai tinggi 2,5-5 meter dengan diameter 4-6 meter. Honai ditinggali oleh 5-10 orang dan rumah ini biasanya dibagi menjadi 3 bangunan terpisah. Satu  bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur). Bangunan kedua untuk tempat makan bersama dimana biasanya mereka makan beramai-ramai dan bangunan ketiga untuk kandang ternak. Rumah honai juga biasanya terbagi menjadi 2 tingkat. Lantai dasar dan lantai satu di hubungkan dengan tangga yang terbuat dari bambu. Biasanya pria tidur melingkar di lantai dasar , dengan kepala di tengah dan kaki di pinggir luarnya, demikian juga cara tidur para wanita di lantai satu.


Sabtu, 10 November 2012

LG Optimus G Siap Bersaing


Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG, mengumumkan smartphone Android andalannya Optmimus G, Selasa (18/9/2012). Persaingan ponsel kelas teratas atau falgship tampaknya cukup seru, Nokia bersiap dengan Lumia 920, Samsung mengandalkan Galaxy S3 kebanggaannya, HTC percaya diri dengan One X, Apple baru saja memperbarui line-up dengan hadirnya iPhone 5 dan kini LG bersiap menggantikan Optimus 4X HD dengan Optimus G.

Seperti yang dilansir dari TechRadar (14/09/2012), LG Optimus G ini akan mengusung sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich.  Hal yang paling istimewa dari ponsel LG Optimus G adalah spesifikasi perangkat keras yang dibawanya. LG boleh berbangga karena LG Optimus G saat ini bisa disebut sebagai ponsel quad-core tercepat. LG Optimus G menggunakan prosesor terbaru Qualcomm Snapdragon S4 Pro quad-core dengan kecepatan 1,5GHz dipadu dengan memori RAM sebesar 2GB.  Menurut pihak LG, kinerja prosesor Snapdragon S4 lebih cepat 40% ketimbang prosesor Snapdragon generasi sebelumnya. Spesifikasi seperti ini mampu mengantarkan LG Optimus G diurutan teratas untuk urusan performa.

Keistimewannya pun dapat terlihat dari kebolehannya yang memberikan pilihan pada pengguna untuk dapat melakukan lebih dari satu aktivitas dalam waktu yang bersamaan. Bernama Qslide Function, fitur ini menampilkan dua layar secara bersamaan. Dengannya, menonton video di Optimus G pun tak akan terputus saat harus mengirim pesan melalui ponsel ini.


Menambah keistimewaannya sebagai ponsel pintar yang lebih dari sekedar ponsel multi-tasking, LG Optimus G menunjukkan diri sebagai ponsel pintar cross-tasking. Hal ini terlihat dari fitur Dual Screen Dual Play. Adanya fitur ini, pengguna tak hanya dapat menampilkan konten pada layar LG Optimus G terpampang di layar TV, namun fitur ini juga memungkinkan pengguna dapat menampilkan konten berbeda di setiap layar. Akibatnya, pengguna dapat menampilkan slide presentasi saat layarOptimus G menunjukkan catatan mengenai slide presentasi tersebut.

Tak hanya itu, LG juga mengklaim kamera yang dibawa oleh Optimus G ini lebih superior dibanding semua pesaingnya. LG Optimus G mengusung kamera dengan resolusi 13 megapiksel dengan teknologi High Accurancy PKG technology from LG Innotek yang berfungsi untuk meningkatkan akurasi. Optimus G juga dibekali kamera depan dengan resolusi 1,3 megapiksel.


Sensasi baru juga dapat dirasakan pengguna saat menonton video dengan LG Optimus G. Melalui fitur Live Zooming,pengalaman menonton video menjadi semakin menyenangkan karena pengguna dapat memperbesar ukuran video hingga lima kali untuk melihat objek kecil di dalamnya saat video sedang dimainkan. Tak hanya video saja yang dapat diperbesar, LG Optimus G juga menawarkan peluang memperbesar dan memperkecil tayangan email, pesan dan galeri foto dalam layar melalui fitur Screen Zooming.

Disamping fitur lain yang tak kalah menariknya, LG juga telah membenamkan fitur QuickMemo™ yang memungkinkan pengguna untuk menyelipkan catatan singkat dengan cepat tanpa melakukan aplikasi memo khusus. Kehadiran fitur ini memberikan kemudahan pengguna untuk menyelipkan catatan kecil agar tidak tercecer dan hilang.

Kemudahaan dan keefisien yang ditawarkan LG Optimus G untuk mendukung aktifitas penggunanya pun tak berhenti di situ saja. Adanya fitur Application Link dalam ponsel android OS Ice Cream Sandwich ini, pengguna dapat langsung menuju aplikasi yang ingin diinginkan sesaat setelah mengaktifkan ponsel. Hasilnya, pengguna dapat mempersingkat waktu dan dapat melakukan banyak kegiatan lain setelahnya.

Menambah keefisienannya, fitur Icon Personalizer yang dimiliki LG Optimus G ini memudahkan pengguna untuk mengubah ikon aplikasi dan mengatur besar atau kecilnya ukuran ikon sesuai yang diinginkan. Akibatnya, pengguna dapat dengan mudah mengakses aplikasi yang sering digunakan dengan memperbesar ukuran ikonnya, sehingga tak perlu repot lagi menemukan aplikasi yang dicari.

Berbekal Smart Shutter, kamera LG Optimus G ini dapat menyesuaikan kecepatan rana yang dibutuhkan dengan gerakan objek yang menjadi target foto. Dengannya, pengguna tak perlu lagi gusar mendapatkan hasil gambar yang kabur. Hasil foto yang unggul juga dapat ditangkap saat mengambil gambar dalam ruangan yang memiliki sedikit pencahayaan. Dengan fiturLow Light Shot Noise Reduction, kamera ponsel besutan LG ini dapat memantau cahaya yang dibutuhkan saat mengambil foto.

Apalagi, gambar yang ditangkap pun dipastikan akan tampil optimal pada layar. Ini semua berkat benaman fitur Time Catch Shot yang memungkinkan pengguna dapat menangkap lima gambar tepat sebelum menekan tombol rana. Keseruannya pun tak berhenti sampai di situ, dengan fitur Cheese Shutter, pengguna dapat mengambil gambar hanya dengan memberi perintah lisan.

Kesemua fitur unggul rancangan LG ini sengaja ditanamkan dalam LG Optimus G untuk memberikan kesenangan ekstra bagi pengguna. Tak perlu takut merasakan merosotnya keseruan saat menikmati berbagai fitur miliknya ini. Pasalnya, dengan kekuatan baterai 2,100mAh, ponsel ini mampu memperpanjang umur hingga 800 siklus pengisian. Hal ini jauh lebih besar daripada umur 500 siklus dalam baterai ponsel lainnya. Meskipun berdaya lebih perkasa, baterai ponsel berotak empat ini hadir dengan tubuh ramping.

Menambah pengalaman menyenangkan penggunanya saat mengoperasikan ponsel ini, layar LG Optimus G telah didukung oleh panel terbaik saat ini yaitu True HD IPS Plus dengan dilengkapi teknologi layar sentuh rakitan LG Innotek. Perusahaan penyedia solusi teknologi yang tergabung dalam grup besar LG ini telah membenamkan teknologi Zerogap Touch. Teknologi ini mengeliminasi jarak antara lapisan layar kaca dan panel LCD yang dijumpai pada smartphone dengan touchscreen sebelumnya. Hasilnya, ketebalan panel berkurang hingga 30%.

 “Ponsel LTE ini tak hanya sebuah terobosan dalam industri LG, namun juga suatu inovasi di dalam industri smartphone dunia,” ujar Dr. Jong-seok Park, President dan CEO LG Electronics Mobile Communications. “Dengan ramuan buah inovasi LG dan benaman prosesor berkecapatan unggul saat ini, kami percaya pengguna bakal dimanjakan dengan segudang fitur unik yang ditawarkan LG Optimus G,” tambahnya.
Hadir dengan segala kecanggihan yang dimiliki, LG tak lantas melupakan sisi estetikanya. LG Optimus G lahir berbalut tubuh elegan dengan tetap mengusung filosofi desain LG. Tampilan tubuh yang langsing berbentuk prisma dengan lekuk unik, LG Optimus G tersedia dalam dua pilihan warna, hitam piano dan putih memukau yang menyelimuti tubuh langsingnya.

“Kami optimis kombinasi teknologi canggih dan kekayaan fitur yang didukung kecantikan tubuhnya ini bakal memberikan pengguna segudang pengalaman mengesankan. Setelah Jepang mencicipi seluruh kehebatan LG Optimus G, September ini giliran Korea menjadi negara berikutnya yang dapat menggenggam ponsel besutan LG ini, diikuti negara-negara lainnya di bulan Oktober,” pungkas Dr. Jong-seok Park.

Sumber:

Kamis, 08 November 2012

Mengenal Internet

Internet (Interconnected-Networking) merupakan sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar diseluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (chat), diskusi (email, milis, Usenet News), sumebr daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan lain-lain.

Pertama kali saya mengenal dan menggunakan internet adalah pada saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yang membuat saya mengenal internet bukanlah pelajaran TIK, melainkan PLKJ. Pada saat itu, guru saya memberi tugas membuat artikel yang bersumber dari internet. Saat itulah saya terpaksa mengenal internet. Dia yang mengajarkan bagaimana cara browsing menggunakan internet, karena murid di kelas saya belum banyak yang tahu dan mengerti memakai internet.


Kelas 9 SMP saya mendapat tugas untuk membuat dan mengirim e-mail. Saya tidak mengerti bagaimana cara membuatnya, apalagi harus mengirimkan sebuah e-mail. Akhirnya, ada seorang teman saya yang sok pintar menawarkan saya untuk dibuatkan e-mail. Karena di rumah saya tidak mempunyai internet, saya pun meng-iya-kan tawarannya. HOREEE!!!  


Dia bertanya, apakah saya mau menggunakan yahoo, msn, atau plasa. Apa itu Yahoo? Apa itu MSN? Apa itu Plasa? Sudah jelas saya tidak tahu, kenapa ditanya seperti itu? Ada 2 kemungkinan; Dia ingin terlihat pintar atau Dia ingin menunjukkan kebodohan saya. Entahlah. Lho, kenapa jadi ngomongin orang? :D


Oke, lanjut.


Karena sudah seminggu e-mail yang dibuat teman tak kunjung selesai, maka saya memutuskan untuk membuat sendiri. Saya dan teman-teman saya membuat e-mail di warnet. Karena kami pengguna internet pemula, membuat 1 e-mail saja menghabiskan waktu 1 jam. Tetapi ada kepuasan dan kebanggaan sendiri setelah itu. Dan inilah e-mail pertama saya: nova_freezebluez@yahoo.co.id :D


Setelah e-mail, saya mengenal social networking. Pada saat itu, jejaring sosial yang terkenal adalah Friendster. Saya mengenal friendster dari teman saya yang saat itu sedang membukanya di warnet. Saya tertarik dan memintanya untuk dibuatkan akun. Dari friendster, mendapat banyak teman baru dari seluruh dunia dan belajar banyak hal. Kegiatan nge-blog pun, pertama kali saya lakukan di bulletin friendster.


Memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA), saya mengenal situs jejaring sosial lainnya yaitu facebook. Setelah adanya facebook, lalu friendster mulai berkurang peminatnya dan mulai ditinggalkan. Setelah facebook, saya mengenal twitter. Berbeda dengan friendster dan facebook, twitter merupakan jejaring sosial yang lebih simpel karena kita tidak perlu mengirimkan request pertemanan. Kita hanya mem-follow dan di-follow. Tidak saling mem-follow pun kita masih bisa mengirim tweet (mention) ke orang lain.


Ada situs jejaring sosial yang lebih simpel lagi karena kita tidak perlu membuat akun, yaitu Omegle. Yup, di omegle kita tidak perlu log in untuk chat dengan orang lain. Kita hanya berbicara dengan orang asing secara random. Bisa juga kita pilih berdasarkan hobi/kesukaan kita.


Selain itu, saya juga mengenal beberapa chat and social networking lainnya. Mulai dari plurk, formspring, Y!Messenger, Skype, dan lain-lain. Saya sempat mempunyai akun hampir di semua situs jejaring sosial, namun tidak semua aktif dan lupa e-mail/username dan password.


Berikut beberapa chat and social network saya yang masih aktif:


Facebook          : Nova Syubiana
Twitter             : @_nopah
Y!Messenger     : syubiananova@rocketmail.com
Skype              : syubiananova
Line                : nopah
Instagram        : supernovaxx
Dan lupa lagi. Hehehehe :D

Selain e-mail dan social networking, saya juga mengenal blog. Pertama kali saya mengenal blog yaitu pada saat saya memasang internet di rumah yaitu saat saya duduk di kelas 10 SMA. Sebenarnya, saya sudah melakukan kegiatan blogging pada saat menulis bulletin di friendster. Tapi kali ini saya belajar blogging sungguhan. Dulu, blog saya aktif dan menceritakan keseharian saya. Tapi lama-kelamaan, seiring dengan padatnya jadwal sekolah sehingga saya tidak ada waktu untuk blogging. Sekarang saya sudah lupa dengan blog itu. Memasuki perguruan tinggi, ternyata kampus mengharuskan saya mempunyai blog. Dan saya membuat blog ini untuk keperluan tugas kuliah. :D

Banyak sekali kegunaan dari internet. Mulai dari memudahkan pekerjaan, mencari informasi, menambah wawasan dan memperluas pertemanan. Tetapi internet juga mempunyai kekurangan yaitu dengan adanya game online membuat orang menjadi malas belajar. Selain itu juga banyak situs-situs yang kurang mendidik dan dapat merugikan orang lain.


Minggu, 04 Desember 2011

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT


Nama: Nova Syubiana
NPM:  57411861
Kelas:  1IA09


KATA PENGANTAR
            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan Tugas ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ”PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT”
            Makalah ini berisikan informasi tentang peranan Pemuda dalam sosialisasi internet sehat. Diharapkan Tugas ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pencegahan dan menambah ilmu pengetahuan kita semua.
            Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


                                                                                                                     Depok, 4 Desember 2011
                                                                                                        
      (PENULIS)




BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Belakangan ini banyak sekali kasus kasus mengenai Diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan yang disebabkan oleh Pertentangan Masyarakat.Dalam perkembangannya Diskriminasi hampir terjadi di seluruh aspek kehidupan seperti dalam bidang Hukum.
            Oleh karena itu penulis mencoba mengungkapkan peranan pemuda/i dalam sosialisai internet sehat ini.
B.Rumusan Masalah
            A. Pengertian Pertentangan Sosial &  Intergasi Masyarakat
            C. Pengertian Diskriminasi dan Kecurigaan
            D. Sebab Sebab terjadinya Diskriminasi
C.Tujuan
            A. Mengetahui pengertian Pertentangan Sosial &  Intergasi Masyarakat
            B. Menambah wawasan akan Pertentangan Sosial &  Intergasi Masyarakat
            C. Mampu Memberikan pengetahuan tentang Diskriminasi dan cara
                Pencegahannya
BAB II
ISI
1. Perbedaan Kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1.Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2.Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3.Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4.Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5.Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6.Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7.Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8.Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Dalam hal diatas menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan suatu konflik. Hal mendasar yang dapat menimbulkan suatu konflik adalah jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan. Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi ada beberapa fase, yaitu Fase Disorganisasi dan Fase
2. Prasangka, Diskriminasi, dan Ethnosentrisme
a. Prasangka dan diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.
b. Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi, prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.
c. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminatif
1. Latar belakang sejarah.
Misalnya : bangsa kita masih menganggap bangsa Belanda adalah bangsa penjajah.Ini dilatarbelakangi karena pada masa lampau Bangsa Belanda menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 abad.
2. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
Apabila prasangka bisa berkembang lebih jauh sebagai akibat adanya jurang pemisah antara kelompok orang kaya dengan orang miskin.
3. Bersumber dari faktor kepribadian
Bersifat prasangka merupakan gambaran sifat seseorang. Tipe authorian personality adalah sebagian ciri kepribadian seseorang yang penuh prasangka, dengan ciri-ciri bersifat konservatif dan tertutup.
4. Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama.
Banyak sekali konflik yang ditimbulkan karean agama. Seperti yang kita alami sekarang diseluruh penjuru dunia.
d. Usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi
Dapat dilakukan dengan perbaikan kondisi sosial dan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan usaha peningkatan pendapatan bagi WNI yang masih di bawah garis kemiskinan. Perluasan kesempatan belajar. Sikap terbuka dan lapang harus selalu kita sadari.
e. Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.
3. Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat.
 Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :
1. Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.
2. Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok
3. Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sebagai berikut :
- Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
- Subjunction atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan menaatinya.
- Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan voting.
- Minority consent, artinya kelompok mayoritas yang menang.
- Compromise, artinya semua subkelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
- Integration artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangan, dan ditelaah.
4. Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial
a. Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :
1.Suku bangsa dan kebudayaannya.
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasional Indonesia.
b. Integritas
variabel-variabel yang dapat menghamabat dalam integritas adalah :
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi.
3. Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan
c. Integrasi Sosial
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
d. Integrasi Nasional
merupakan masalah yang dialami semua negara didunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya.
1. Di bawah ini beberapa permasalahan integrasi nasional :
    - Perbedaan Ideologi
    - Kondisi masyarakat yang majemuk
    - Masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
    - Pertumbuhan partai politik
2. Upaya Pendekatan
    - Mempertebal keyakinan seluruh warga negara terhadap ideologi nasional
    - Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis.
    - Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
    - Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis pribumi.

BAB III
METODOLOGI
Penelitian studi kasus ini menggunakan Metode Kualitatif.  Studi dokumen atau teks merupakan kajian yang menitik beratkan pada analisis atau interpretasi bahan  tertulis berdasarkan  konteksnya. Bahan bisa berupa catatan yang terpublikasikan, buku teks, surat kabar, majalah, surat-surat, film, catatan harian, naskah, artikel, dan sejenisnya. Untuk memperoleh kredibilitas yang tinggi peneliti dokumen harus yakin bahwa naskah-naskah itu otentik. Penelitian jenis ini bisa juga untuk menggali pikiran seseorang yang tertuang di dalam buku atau naskah-naskah yang terpublikasikan. Para pendidik menggunakan metode penelitian ini untuk mengkaji tingkat keterbacaan sebuah teks, atau untuk menentukan tingkat pencapaian pemahaman terhadap topik tertentu dari sebuah teks.

BAB IV
STUDI KASUS
Kangen Band di Tengah Kehidupan Sosial
Kita hidup di Negara yang mempunyai aneka ragam suku, ras, dan agama. Terlalu naïf apabila tidak memberikan kepada seseorang atau suatu kelompok untuk mempunyai eksis dalam kehidupan di ranah nasional, meskipun seseorang atau kelompok itu bukan berasal dari kaum mayoritas. Apabila kita mengaku sebagai warga Negara Indonesia, maka kita juga harus menerima keberagamannya.
Contoh kasus untuk hal itu sudah terlalu banyak kita temukan di Negara ini; terutama dalam hal social, ekonomi, dan politik. Namun kita juga harus melihat benih-benih rasis atau klasifikasi social itu dalam sisi kehidupan yang tidak formal. Karena hal itu adalah benih terjadinya desintegrasi bangsa.
Kita angkat satu contoh kasus dalam kehidupan remaja, yaitu music. Kangen Band adalah grup band pendatang baru di belantika music Indonesia. Sebelum kemunculannya di Televisi, orang yang hanya mendengarkanya di radio, mungkin penasaran akan sosok dari personil band tersebut. Namun setelah kemunculannya di televisi banyak orang yang tadinya suka menjadi menghina. Masalahnya sepele, bahkan bukan masalah kalau orang yang melihat itu adalah seorang manusia dengan kemanusiannya, hanya karena para personil dari band tersebut tidak masuk dalam kategori “ganteng” dan kampungan.
Mungkin untuk hal fisik dikarenakan sifat hedonis dari dunia entertaint kita yang mengutamakan fisik itu sebagai sayrat utama bahkan segalanya. Pandangan seperti itu tidak pantas untuk dipertahankan, karena hal itu bukan hal yang dapat diperjuangkan oleh manusia. Hal itu adalah sunnatullah dan ciri keagungan penciptaan Tuhan.
Untuk hal kampungan, saya mempertanyakan dalam hal apa? Apakah dalam lirik lagu? Apakah dari mana mereka berasal? Apakah orang yang tidak terlahir di Jakarta semua kampungan? vokalis dari band Naif menghina habis-habisan kangen band. Dia beralasan bahwa dengan munculnya kangen band membuat kemunduran perkembangan music indoneia. Apakah itu dicitrakan dari liriknya? Bukankah setiap band itu mempunyai ciri khasnya? Lupakah orang yang mengkritik dengan ciri khas bandnya? Yang terpenting untuk jawaban itu adalah setiap daerah dari Negara ini mempunyai bahasa yang berbeda beserta sastranya. Belum lagi kalau kita mellihat secara psikologi dari keinginan dan pengaruh mereka berinteraksi.
Sebuah tayangan reality show di salah satu stasion televisi yang mau menghadirkan Kangen Band, harus berdebat panjang sebelumnya, dengan alasan tidak ngetop, tidak berkualitas, dan alasan lainya yang bersifat subjektif. Walaupun akhirnya jadi menghadirkan.
Menurut data dari platinum, album perdana Kangen Band terjual sebanyak tiga ratus ribu keping, angka yang sangat bagus untuk band pendatang baru disaat industri musik tanah air yang sedang loyo. Itu menunjukan bahwa kangen band diterima oleh masyarakat, walau mungkin penggemarnya banyak yang berasal dari luar Jakarta  dan kota besar lainya.
Catatan penting bagi kita adalah bahwa setiap orang mempunyai kebebasan untuk berekspresi, jangan berpandangan subjektif terlebih lagi itu dapat membunuh karakter seseorang maupun kelompok, dan mulailah menghargai keberagaman. Pesan untuk media massa terutama dunia perfilman “janganlah meracuni public dengan hedonisme yang dapat merusak sifat dasar manusia.”

BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
a.    Pertentangan Sosial adalah suatu situasi dimana terjadi perselisihan persilihan yang berkaitan dengan berbagai aspek sosial.
b.    Intergrasi Masyarakat sangat penting untuk meminimalisir berbagai Pertentangan Sosial dalam kehidupan ini
c.    Pertentangan Sosial sebagai masalah hanya dapat di atasi dengan Integrasi Masyarakat yang kuat,dengan adanya Integrasi yang kuat antar masyarakat mampu meredam pertentangan sosial dan juga diimbangi oleh iman yang kuat serta memegang teguh asas Keadilan.
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Saya berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan juga para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT


Nama: Nova Syubiana
NPM:  57411861
Kelas:  1IA09

KATA PENGANTAR
            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan Tugas ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ”PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT”
            Makalah ini berisikan informasi tentang prekembangan pelapisan sosial dan kesamaan derajat. Diharapkan Tugas ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pencegahan dan menambah ilmu pengetahuan kita semua.
            Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


                                                      Depok, 4 Desember 2011
                                                                                                          
                                                                                                              (PENULIS)





BAB I
 PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
            Akhir-akhir ini sering timbul pertikaian karena perbedaan-perbidaan kecil yang sedikit menyinggung maslah Sosial dan juga kesmaan derajat. Maka kami sebagai mahasiswa memiliki bentuk kepedulian untuk memberikan kontribusi ini minimal dengan menyusun paper yang berkaitan dengan berbagai pengetahuan akan Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
B.Rumusan Masalah
            A. Apakah Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat itu?
            B.Bagaimana pernan Pemuda dalam meminimalisir masalah masalah yang berkaitan   
               dengan pelapisan sosial dan kesamaan derajat?
C.Tujuan
            A. Mengetahui pengertian Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derjat
            B. Menambah wawasan akan perkembangan Pelapisan Sosial & Kesamaan Derajat
            C. Mampu Memberikan kontribusi untuk masalah masalah tentang Pelapisan Sosial &
                Kesamaan Derajat.

BAB II
TEORI
PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
study kasus :
pelapisan sosial pada kaum ningrat dengan kaum awam.
Kaum ningrat tidak di perbolehkan berhubungan dengan kaum awam dikarenakan perbedaan sosial.
PERBEDAAN SYSTEM PELAPISAN DALAM MASYARAKAT
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok social.
Masyarakat dan individu adalah komplementer dapat dilihat dalam kenyataan bahwa:
a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya
b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan menyebabkan perubahan
Ada beberapa pendapat menurut para ahli mengenai strafukasi sosial diantaranya menurut Pitirin A. Sorikin bahwa “pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat”.
Theodorson dkk berpendapat bahwa “pelapisan masyarakat adalah jenjang status dan peranan yang relative permanen yang terdapat dalam system social didalam hal perbedaan hak,pengaruh dan kekuasaan”.
Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapiasan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit keatas.
B. Peelapisan sosial cirri tetap kelompok sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh system sosial masyarakat kuno.
Didalam organisasi masyarakat primitifpun dimana belum mengenai tulisan. Pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal itu terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:
a. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban
b. Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa
c. Adanya pemimpin yang saling berpengaruh
d. Adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum
e. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri
f. Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum
Pendapat tradisional tentang masyarakat primitif sebagai masyarakat yang komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdagangan adalah tidak benar. Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif.
TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
• Kelas atas (upper class)
• Kelas bawah (lower class)
• Kelas menengah (middle class)
• Kelas menengah ke bawah (lower middle class)
Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3) Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4) Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5) Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan jika masyarakat terbagi menjadi lapisan-lapisan social, yaitu :
a. ukuran kekayaan
b. ukuran kekuasaan
c. ukuran kehormatan
d. ukuran ilmu pengetahuan
KESAMAAN DERAJAT DAN PERSAMAAN HAK
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1. Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

ELITE DAN MASSA
Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.
Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Cirri-ciri massa adalah :
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya
PENDAPAT : Kesamaan derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik artinya orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah negara.

BAB III
METODOLOGI
Penelitian studi kasus ini menggunakan Metode Kualitatif. Studi dokumen atau teks merupakan kajian yang menitik beratkan pada analisis atau interpretasi bahan  tertulis berdasarkan  konteksnya. Bahan bisa berupa catatan yang terpublikasikan, buku teks, surat kabar, majalah, surat-surat, film, catatan harian, naskah, artikel, dan sejenisnya. Untuk memperoleh kredibilitas yang tinggi peneliti dokumen harus yakin bahwa naskah-naskah itu otentik. Penelitian jenis ini bisa juga untuk menggali pikiran seseorang yang tertuang di dalam buku atau naskah-naskah yang terpublikasikan. Para pendidik menggunakan metode penelitian ini untuk mengkaji tingkat keterbacaan sebuah teks, atau untuk menentukan tingkat pencapaian pemahaman terhadap topik tertentu dari sebuah teks.

BAB IV
STUDI KASUS
Permukiman Ahmadiyah Diserang
BOGOR, KOMPAS.com — Sekelompok massa menyerang dan membakar kompleks permukiman warga Ahmadiyah di Desa Cisalaga, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (1/10/2010) malam.
Menurut pemantauan Antara di lokasi kejadian, tiga rumah dan satu masjid milik warga Ahmadiyah hangus terbakar, termasuk satu sepeda motor dan satu mobil.
Penyerangan oleh massa yang tidak senang dengan keberadaan permukiman Ahmadiyah tersebut mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, situasi tampak mencekam. Puluhan polisi dari Polres Bogor dan juga personel Brimob tampak membuat barikade di gerbang masuk permukiman tersebut untuk mencegah serangan massa yang masih mencoba masuk.
Editor: I Made Asdhiana
Sumber : antara


BAB V PENUTUP
KESIMPULAN
1.    Masyaraka terbentuk dari individu-indivu yang memilki berbagai latar belakang sehingga membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri atas kelompok-kelompok sosial.
2.    Kesamaan Derajat adalah suatu kondisi dimana derajat non tuhaniah di dalam masyarakat sama.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan juga para pembaca sekalian


DAFTAR PUSTAKA
-http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
-http://yanezzcihuy.wordpress.com/2010/10/23/terjadinya-pelapisan- sosial/
-http://www.facebook.com/topic.php?uid=174781952364&topic=11155
- Modul ISD universitas Gunadarma.
- UUD 1945 Amandemen.
-http://cahyamenethil.wordpress.com/2010/11/23/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/
- http://quoteindependent.blogspot.com/2010/12/studi-kasus-pelapisan-sosial-dan.html

Sabtu, 05 November 2011

Negara dan Warga Negara

Nama: Nova Syubiana
Kelas: 1IA09
NPM: 57411861


1. Pengertian Negara

Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Berikut ini merupakan pengertian negara oleh beberapa ahli:

·Prof. Farid S.
Negara adalah suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.
·George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
·George Wilhelm Friedrich Hegel
Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal
·Roelof Krannenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.
·Roger H. Soltau
Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
·Prof. R. Djokosoetono
Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
·Prof. Mr. Soenarko
Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.
·Aristoteles
Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

2. Unsur Negara

a. Unsur Konstitutif
    Negara meliputi wilayah udara, darat, perairan, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat

b. Unsur Deklaratif
    Negara mempunyai tujuan, undang-undang dasar, pengakuan dari negara lain baik secara de jure maupun
    de facto dan ikut dalam organisasi internasional, seperti PBB.

3. Teori Terbentuknya Negara
    
a. Teori Klasik (Secara Primer)

Teori Hukum Alam
Menurut teori ini, terbentuknya negara dan hukum dengan memandang manusia sebelum ada masyarakat hidup sendiri–sendiri.
Para penganut teori hukum alam terdiri :

Masa Purba, seperti Plato dan Aristoteles.
Masa Abad Pertengahan, seperti Agustinus dan Thomas Aquinas.
Masa Rasionalisme, seperti penganut teori perjanjian masyarakat.
Menurut Plato asal mula terjadinya negara sangat sederhana antara lain :

1.Adanya keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam menyebabkan mereka harus bekerjasama.

2.Mengingat manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya harus bekerjasama dengan orang lain, maka mengharuskan manusia dalam menghasilkan sesuatu harus lebih untuk dipertukarkan.

3.Karena seringnya mereka saling tukar menukar hasil dan sekaligus bergabung, maka terbentuklah desa.

4.Antara desa yang satu dengan desa yang lain terjadi pula hubungan kerjasama, maka terbentuklah suatu masyarakat negara.

Menurut Aristoteles, keberadaan manusia menurut kodratnya adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Asal mula terbentuknya negara menurut Aristotees dapat digambarkan sebagai berikut :
KELUARGA ——> KELOMPOK ——> DESA ——> KOTA/NEGARA

Teori Ketuhanan
Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan, termasuk adanya negara.

Teori Perjanjian
Manusia menghadapi kondisi alam dan timbulah kekerasan, manusia pun akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. manusia pun bersatu (membentuk negara) untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.

b. Teori Modern (Secara Sekunder)

Pendudukan (Occupatie)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai.Misalnya, Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan tahun 1847.
  
Peleburan (Fusi)
Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi Negara yang baru.Misalnya terbentuknya Federasi Jerman tahun 1871.

Penyerahan (Cessie)
Hal ini terjadi Ketika suatu Wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu.Misalnya,Wilayah Sleeswijk pada Perang Dunia I diserahkan oleh Austria kepada Prusia,(Jerman).
  
Penaikan (Accesie)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan Lumpur Sungai atau dari dasar Laut (Delta).Kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah Negara. Misalnya wilayah negara Mesir yang terbentuk dari Delta Sungai Nil.
  
Pengumuman (Proklamasi)
Hal ini terjadi karena suatu daerah yang pernah menjadi daerah jajahan ditinggalkan begitu saja. Sehingga penduduk daerah tersebut bisa mengumumkan kemerdekaannya. Contahnya, Indonesia yang pernah di tinggalkan Jepang karena pada saat itu jepang dibom oleh Amerika di daerah Hiroshima dan Nagasaki.

4. Tujuan Negara

Setiap negara pasti mempunyai tujan dalam membangun negara. Tujuan utama negara antara lain:

1.   Mengatur dan menertibkan gejala-gejala dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain

2.   Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan negara

Adapun tujuan negara itu bermacam-macam diantaranya:
1. Perluasan kekuasaan semata
2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
3. Penyelenggaraan ketertiban hukum
4. Penyelenggaraan kesejahteraan umum

5. Bentuk Negara

Negara Kesatuan
Negara yang kekuasaan untuk mengurus seluruh pemerintahan ada ditangan pemerintah pusat atau negara yang pemerintah pusatnya memegang/mengendalikan kedaulatan sepenuhnya baik kedalam maupun keluar. Negara kesatuan memiliki ciri–ciri yaitu hanya ada satu UUD, satu kepala negara, satu kabinet, satu parlemen.

Negara kesatuan ada 2 (dua) macam :

a. Negara Kesatuan Sentralisasi

Negara kesatuan yang semua urusan pemerintahannya diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya tinggal melaksanakan saja semua kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah pusat.
  
b. Negara Kesatuan Desentralisasi

Negara kesatuan yang semua urusan pemerintahannya tidak diurus sepenuhnya oleh pemerintah pusat, melainkan sebagian urusan pemerintahannya didelegasikan atau diberikan kepada daerah–daerah untuk menjadi urusan rumah tangga daerah masing–masing. Dalam negara kesatuan sistem desentralisasi daerah berstatus sebagai daerah otonom.

Negara Serikat
Suatu negara yang terdiri dari beberapa negara bagian dengan pemerintah pusat (federal) yang menyelenggarakan kedaulatan keluar, sedangkan kedaulatan kedalam tetap ada pada pemerintah negara bagian. Dalam negara serikat ada dua macam Pemerintahan yaitu :

1. Pemerintah Federal

Biasanya pemerintah federal mengurusi hal–hal yang berhubungan dengan hubungan luar negeri, keuangan, pertahanan negara dan pengadilan.

2. Pemerintah Negara Bagian

Di dalam negara serikat, setiap negara bagian diperkenankan memiliki Undang–Undang Dasar, Kepala negara, Parlemen dan Kabinet sendiri.


Warga Negara

Penduduk adalah mereka yangg telah memenuhi syarat-syarat tertentu penduduk dibedakan menjadi:

a.          Penduduk warga negara

Warga negara adalah anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya.


b.         Penduduk bukan warga negara
Penduduk bukan warga negara adalah mereka yg berada dalam wilayah suatu negara

Di indonesia siapa-siapa yg menjadi warga negara telah disebutkan di dalam pasal 26 UUD 1945,yaitu :

1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara

2. Syarat-syarat mengenai warga negara ditetapkan dengan undang-undang
  
Terdapat beberapa cara untuk memperoleh kewarganegaraan:

1. Asas Kelahiran

-          Ius Soli (Menurut Tempat Kelahiran)

Penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat dimana ia dilahirkan. Seseorang yang dilahirkan di negara A maka ia menjadi warga negara A, walaupun orang tuanya adalah warga negara B.Asas ini dianut oleh negara Inggris, Mesir, Amerika dll.


-          Ius Sanguinis (Menurut Keturunan/Pertalian Darah)

Penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan dari negara mana seseorang berasal Seseorang yg dilahirkan di negara A, tetapi orang tuanya warga negara B, maka orang tersebut menjadi warga negara B.(dianut oleh negara RRC)

2. Naturalisasi

Suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan, Misal : seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari pernikahan, mengajukan permohonan, memilih/menolak status kewarganegaraan

Naturalisasi biasa
Naturalisasi ini dapat diberikan apabila syarat-syarat untuk menjadi warga negara telah terpenuhi

Naturalisasi istimewa
Naturalisasi ini dapat diberikan bagi mereka (warga asing) yang telah berjasa kepada negara dengan penyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi warga negara, atau dapat diminta oleh negara itu sendiri.

Permasalahan dalam Pewarganegaraan

a. Apatride

Seseorang yang tidak memiliki status kewarganegaraan

Contoh : Seorang keturunan bangsa A (Ius Soli) lahir di negara B (Ius Sanguinis) Maka orang tsb bukan warga negara A maupun warga negara B

b. Bipatride

Seseorang yang memiliki kewarganegaraan rangkap

Contoh : Seorang keturunan bangsa C (Ius Sanguinis) lahir di negara D (Ius Soli). Sehingga karena ia keturunan negara C, maka dianggap warga negara C, tetapi negara D juga menganggapnya sebagai warga negara,karena ia lahir di negara D
  
c. Multipatride

Seseorang yang memiliki 2 atau lebih kewarganegaraan

Contoh : Seorang yang Bipatride juga menerima pemberian status kewarganegaraan lain ketika dia telah dewasa, dimana saat menerima kewarganegaraan yang baru ia tidak melepaskan status bipatride-nya

Dalam penjelasan umum UU. No. 62 tahun 1958, dikatakan bahwa kewarganegaraan RI diperoleh dengan cara:
a. Karena kelahiran
b. Karena pengangkatan
c. Karena dikabulkan permohonan
d. Karena pewarganegaraan
e. Karena atau akibat dari perkawinan
f. Karena turunan ayah/ ibunya
g. Karena pernyataan

Sumber:

H. Achmad Muchji, Drs., MM., dkk. ; 2007; Pendidikan Kewarganegaraan; Universitas Gunadarma; Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Negara 
http://www.dieksjetkid.co.cc/2010/05/bentuk-negara-dan-kenegaraan.html 
http://www.dieksjetkid.co.cc/2010/05/asal-mula-terjadinya-negara.html 
http://kewarganegaraan-rosi.blogspot.com/2009/01/warga-negara-dan-pewarganegaraan.html 
http://erurily.blogspot.com/2009/11/bab-v-warga-negara-dan-negara.html